Minggu, 08 Mei 2016

Proposisi (logika matematika)

MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
PROPOSISI

NAMA                        : ARLINDA PUTRI SUNARTA
KELAS                      : 1PA03
NPM                          : 11515033
FAKULTAS               : PSIKOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang.
Pada abad ke-18 Masehi, G.W. Leibniz, seorang ahli matematika berkebangsaan Jerman, pertama kali mempelajari logika simbolik. Ahli matematika lainnya yang berjasa dalam pengembangan logika simbolik adalah George Boole, Leonard Euler, John Venn, dan Bertrand Russel.
Secara etimologis, logika berasal dari kata Yunani ‘logos’ yang berarti kata, ucapan, pikiran secara utuh, atau bisa juga berarti ilmu pengetahuan (Kusumah, 1986). Dalam arti luas, logika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji penurunan-penurunan kesimpulan yang sahih (tidak valid). Proses berpikir yang terjadi di saat menurunkan atau menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar itu biasanya disebut dengan penalaran.
Melalui logika kita dapat mengetahui kebenaran suatu pernyataan dari suatu kalimat dan mengetahui apakah pernyataan pertama sama maknanya dengan pernyataan kedua. Misalkan, apakah pernyataan “Jika sekarang adalah hari Minggu maka sekolah libur.” sama artinya dengan “Jika sekolah libur maka sekarang adalah hari Minggu.”? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu kita perlu mengetahui aturan-aturan dalam logika. Contoh lain, misalkan ada dua pernyataan “Jika anak pandai maka ia berprestasi di kelas. Jika ia berprestasi di kelas maka ia disayangi guru-gurunya.” Lalu, apakah dari dua pernyataan ini kita dapat menyimpulkan “Jika ia anak pandai maka ia disayangi guru-gurunya.”?
Hal terpenting yang akan didapatkan setelah mempelajari logika matematika adalah kemampuan atau keahlian mengambil kesimpulan dengan benar atau sah. Logika matematika memberikan dasar bagi sebuah pengambilan kesimpulan dan dapat digunakan dalam banyak aspek kehidupan.
B.   Rumusan Masalah.
Adapun masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah
1.    Menjelaskan kembali bagaimana konsep dan notasi dasar pada proposisi ?
2.    Membedakan tautologi dan kontradiksi ?
3.    Membedakan hukum-hukum pada aljabar proposisi ?
4.    Membedakan penggunaan pengukur jumlah universal dan eksistensial?
5.    Menjelaskan proposisi yang mengandung pengukur jumlah, misalnya negasi ingkaran ?
c.    Tujuan.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah  untuk mengetahui nilai kebenaran dari suatu pernyataan, operasi-operasi yang terdapat dalam logika matematika, mengetahui konvers, invers dan kontraposisi dari suatu implikasi, mengetahui mengenai tautologi dan kontradiksi, hukum-hukum aljabar proposisi,dan negasim ingkaran .
BAB II
KAJIAN TEORI
Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:
1.   Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orangbenda, tempat, atau perkara.
2.   Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
3.   Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat
Contohnya kalimat Semua manusia adalah fana.Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat di sini diwakili oleh kata fana.
Banyak pemikir modern berpikir bahwa "pernyataan" dan "proposisi" adalah sinonim, atau paling tidak seharusnya sama.
1.    Konsep dan Notasi Dasar
Konsep dan notasi dasar yaitu kalimat deklaratif yang bernilai (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya.
Contoh 1
Semua pernyataan dibawah ini adalah proposisi:
a)    5 adalah bilangan ganjil.
b)    2 + 3 = 5
c)    Hari ini adalah hari Minggu.
Contoh 2
Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi:
a)    X + 3 = 8
b)    Isilah gelas tersebut dengan air!
c)    Jam berapa Alesya berangkat?
Proposisi dilambangkan dengan huruf kecil p,q,r,…
p: 5 adalah bilangan ganjil.
q: Hari ini adalah hari Minggu
r: 2 + 2 = 4
Misalkan p dan q adalah proposisi.
1.    Konjungsi : p ˄ q
2.    Disjungsi : p ˅ q
3.    Ingkaran dari p : ~ p
p
q
p ˄ q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S
p
q
p ˅ r
B
B
S
S
B
S
B
S
S
S
S
T
p
~q

B
S
S
B

Contoh 3
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
q : Murid diliburkan
p ˄ q : Hari ini hujan dan murid diliburkan
p ˅ q :Hari ini hujan atau murid diliburkan
~p : Hari ini tidak hujan
Misalkan p dan q adalah proposisi:
->1. Kondisional atau implikasi        : p        q
->2. Konvers (kebalikan)                    : q        p
   -  3. Invers                                             : ~ p    >  ~ q    
  ->4. Kontraposisi                                 : ~ q       ~ p
P
q
~p
~q
Implikasi
p -> q
Konvers
q ->  p
Invers
~p -> ~q
Kontraposisi
~q -> ~p
B
B
S
S
B
S
B
S
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
B
B
B
B
S
B
B
B
S
B
B
S
B
B
Bikondisional (Bi-implikasi)
Ø  Bentuk proposisi : “p jika dan hanya jika q”
Ø         ->Notasi : p       q
p
q
p -> q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
B
2.    Proposisi dan Tabel Kebenaran
p
q
R
p ˄ q
~ q
~ q ˄ r
(p ˄ q) ˅ (~ q ˄ r)
B
B
B
B
S
S
S
S
B
B
S
S
B
B
S
S

B
S
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
S
S
S
S
S
S
B
B
S
S
B
B
S
S
B
S
S
S
B
S
B
B
B
S
S
S
B
S
3.    Tautologi dan Kontradiksi
Ø  Proposisi majemuk disebut tautologi jika ia BENAR untuk semua kasus.
Ø  Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia SALAH untuk semua kasus.
Contoh: p ˅ ~(p ˄ q) Adalah sebuah tautologi.
P
q
p ˄ q
~ (p ˄ q)
p ˅ ~ (p ˄ q)
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S
S
B
B
B
B
B
B
B
Contoh : (p ˄ q) ˄ ~(p ˅ q) Adalah sebuah kontradiksi.
p
q
p ˄ q
p ˅ q
~ (p ˅ q)
(p ˄ q)
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S
S
B
B
S
S
S
S
B
S
S
S
S
4.    Ekivalen Logika
Dua buah proposisi majemuk P (p,q,…) dan Q (p,q,…) disebut ekivalen  secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identic.
 <=>Notasi : P(p,q,…)          Q(p,q,...)
 <=>       Hukum De Morgan : ~(p ˄ q)         ~p ˅ ~q 
p
q
p ˄ q
~(p ˄ q)
~p
~q
~p ˅ ~q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S
S
B
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
S
B
B
B
5.    Aljabar Proposisi
1.    Hukum Identitas :
-       p ˅ B   <=> p       
-  p ˄ S <=> p
6.    Hukum null / Dominasi :
-       p ˄ S <=>  S
-       p ˅ B <=>  B
2.    Hukum Negasi:
-       p ˅ ~p <=>  B
-       p ˄ ~p <=>  S
7.    Hukum Idempoten :
-       p ˅ p <=>  p
-       p ˄ p <=>   p 
3.    Hukum Involusi (Negasi Ganda):
-       ~(~p)  <=> p
8.    Hukum Penyerapan (absorpsi) :
-       p ˅ (p ˄ q) <=> p
-       p ˄ (p ˄ q) <=> p 
4.    Hukum Komutatif :
-       p ˅ q <=> q ˅ p
-       p ˄ q <=>  q ˄ p 
9.    Hukum asosiatif :
-       p ˅ (q ˅ r) <=> (p ˅ q) ˅ r
-       p ˄ (q ˄ r) <=>  (p ˄ q) ˄ r  
5.    Hukum Distributif :
-       p ˅ (q ˄ r) <=>  (p ˅ q) ˄   (p ˅ q)
-       p ˄ (q ˅ r) <=>  (p ˄ q) ˅ (p ˄ q)
10. Hukum De Morgan :
-       ~(p ˄ q) <=>  ~p ˅ ~q
-       ~(p ˅ q)  <=>  ~p ˄ ~
Contoh :
Bahwa p ˅ ~(p ˅ q) dan p ˅ ~q keduanya ekivalen secara logika.
Penyelesaian:
    <= <=> <=> <=>p ˅ ~(p ˅ q)     >      p ˅ (~p ˄ ~q)                       (Hukum De Morgan)
                             (p ˅ ~p) ˄ (p ˅ ~q) (Hukum Distributif)
                              B ˄ (p ˅ ~q)                      (Hukum Negasi)
                              p ˅ ~q                               (Hukum Identitas)
Contoh :
Buktikan hukum penyerapan : p ˄ (p ˅ q) <=> p
Penyelesaian :
p ˄ (p ˅ q) <=> (p ˅ S) ˄ (p ˅ q)       (Hukum Identitas)
  <=> <=>                         <=>  p ˅ (B ˄ q)              (Hukum Distribusi)
                           p ˅ S                        (Hukum null)
                            p                             (Hukum Identitas)
6.    Implikasi Logika
Implikasi logika yang artinya satu arah.Seperti ada kalimat pernyataan yang disebut P dan Q (p  ->     q) yang artinya “Jika P Maka Q”.
Tabel Kebenaran Implikasi :
p
q
p    ->  q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
B
B
7.    Fungsi Proposisi dan Himpunan Kebenaran
Fungsi proposisi (fungsi proposisi jamak) (logika) Sebuah ekspresi yang mengandung simbol-simbol aljabar yang berfungsi untuk mewakili kata-kata atau unsur-unsur lain dari kalimat atau proposisi.
Misalkan P(x) merupakan sebuah pernyataan yang mengandung variabel x dan D adalah sebuah himpunan (sembarang kumpulan obyek). Kita menyebut P sebuah fungsi proposisi (dalam D) jika untuk setiap x di D, P(x) adalah proposisi.
Contoh :
a.  Misalkan P(n) adalah pernyataan, n adalah bilangan ganjil dan D adalah himpunan bilangan bulat positif. Maka P adalah fungsi proposisi dengan daerah asal pembicaraan D karena untuk setiap n di D, P(n) adalah proposisi (yakni, untuk setiap n di D, P(n) bisa bernilai benar atau salah tetapi tidak keduanya). Jika n=1, dapat diperoleh proposisi. 1 adalah bilangan ganjil bernilai benar. Jika n=2, diperoleh proposisi 2 adalah bilangan ganjil bernilai salah.
b.    Fungsi proposisi “x+2>7” yang didefinisikan pada N, yakni himpunan bilangan asli. Maka {x | x Î N, x+2>7} = {6,7,8,…}adalah himpunan kebenarannya.
8.    Pengukur Jumlah Universal
Salah satu cara untuk menentukan nilai kebenaran dari suatu predikat adalah dengan menggunakan batasan nilai yang disebut pengukur jumlah (Quantifier) dari variabelvariabelnya.  Pengukur jumlah tersebut adalah :
1.    Universal quantifier ()    
Definisi:  Misalkan A sebuah penyataan, dan x menyatakan suatu variabel. Jika kita ingin menunjukkan bahwa A bernilai benar untuk semua kemungkinan nilai x, kita tuliskan xA. x disebut pengukur jumlah universal (universal quantifier), dan A dikatakan sebagai ruang lingkup (scope) dari pengukur jumlah tersebut. Variabel x dikatakan menjadi variabel terbatas (bound) dari pengukur jumlah tersebut. Simbol dibaca “Untuk semua”. Kalkulus Predikat 61 Untuk pernyataan “Semua kucing punya ekor” dapat kita nyatakan dalam kalkulus predikat sebagai :
x (Kucing(x)PunyaEkor(x))
Contoh:
p : Semua perempuan menyukai makanan manis, ingkaran dari p adalah ~p: Tidak benar bahwa semua perempuan menyukai makanan manis, atau
~p : Ada perempuan yang tidak menyukai makanan manis
Berdasarkan contoh diatas tampak bahwa ingkaran dari pernyataan berkuantor universal adalah sebuah pernyataan berkuantor eksistensial. Secara umum, ingkaran dari pernyataan berkuantor universal dapat ditentukan sebagai berikut.
~[" x, p(x)] º $ x, ~p(x)
dibaca: ingkaran dari “untuk setiap x berlakulah p(x)” ekuivalen dengan “ada x yang bukan p(x)”
9.    Negasi Ingkaran
Dalam logika matematikanegasi, atau ingkaran adalah operasi matematika terhadap suatu pernyataan, baik tunggal maupun majemuk. Operasi negasi membalikkan nilai kebenaran suatu pernyataan.
p
~p
B
S
S
B
Jika p bernilai benar, maka ~p bernilai salah. Sebaliknya, jika p bernilai salah, maka ~p bernilai benar.Bentuk ~p biasa dibaca "bukan p", "tidak p", "tidak benar bahwa p", dsb.
BAB III
ANALISIS
Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh.Proposisi terdiri atas konsep dan notasi dasar, tabel kebenaran,tautology dan kontradiksi, ekivalen logika, aljabar proposisi, implikasi logika, pengukur jumlah universal, negasi ingkaran, dan contoh balasan.
Konsep dan notasi dasar merupakan kalimat deklaratif yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Konsep notasi dasar terdiri dari konjungsi, disjungsi dan ingkaran.Adapula kondisional atau implikasi, konvers (kebalikan), invers, kontraposisi dan bikondisional (bi-implikasi). Tautologi adalah proposisi majemuk jika benar untuk semua kasus. Kontradiksi adalah proposisi majemuk jika salah untuk semua kasus. Ekivalen logika adalah dua buah proposisi majemuk yang secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik (biasa menggunakan hukum de Morgan). Adapula aljabar proposisi, aljabar proposisi terdiri dari berbagaimacam hukum : hukum identitas, hukum negasi, hukum involusi (negasi ganda), hukum komutatif, hukum distributive, hukum null/dominasi, hukum idempoten, hukum penyerapan (absorpsi), hukum asosiatif dan hukum de morgan.
Implikasi logika yang artinya satu arah.Seperti ada kalimat pernyataan yang disebut P dan Q (p - > q) yang artinya “Jika P Maka Q”. Fungsi proposisi dan himpunan kebenaran, Fungsi proposisi (fungsi proposisi jamak) (logika) Sebuah ekspresi yang mengandung simbol-simbol aljabar yang berfungsi untuk mewakili kata-kata atau unsur-unsur lain dari kalimat atau proposisi. Adapun pengukuran jumlah universal Salah satu cara untuk menentukan nilai kebenaran dari suatu predikat adalah dengan menggunakan batasan nilai yang disebut pengukur jumlah (Quantifier) dari variabelvariabelnya. Negasi ingkaran, Dalam logika matematikanegasi, atau ingkaran adalah operasi matematika terhadap suatu pernyataan, baik tunggal maupun majemuk. Operasi negasi membalikkan nilai kebenaran suatu pernyataan.
Referensi
file:///C:/Users/user/Downloads/4.%20PROPOSISI%20(1).pdf)
belajartanpabuku.blogspot.co.id › Home › Belajar Tanpa Buku › Fungsi