MATEMATIKA
DAN ILMU ALAMIAH DASAR
Ekologi dan dampak perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia
NAMA : ARLINDA PUTRI SUNARTA
KELAS : 1PA03
NPM : 11515033
FAKULTAS : PSIKOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui bahwa zaman modern ini
makhluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam Ilmu
Pengetahuan Alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu
mendapatkan masalah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang dipelajarinya,
yaitu dalam hal mempelajari ekologi dan dampak perkembangan IPTEK terhadap
kehidupan manusia.Banyak terdapat teori atau paham-paham yang dikemukakan oleh
para ilmuan mengenai hal ini. Oleh karena itu, melalui makalah ini akan
disampaikan beberapa kajian mengenai ekologi dan dampak perkembangan IPTEK
terhadap kehidupan manusia,sebagai bahan kajian untuk mempelajari dan mengenal
lebih jauh ekologi dengan IPTEK yang menghasilkan dampak negatif dan positif
bagi kehidupan manusia dan juga IPTEK dengan bidang lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian ekologi?
2.
Bagaimana
dampak perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia?
3.
Apa
hubungannya IPTEK dengan bidang lain?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
Untuk
mengetahui pengertian ekologi.
2.
Untuk
dapat mengetahui dampak yang dihasilkan dari adanya perkembangan IPTEK.
3.
Untuk
mengetahui hubungannya IPTEK dengan bidang yang lainnya.
BAB II
KAJIAN TEORI
Ekologi
adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
dan yang lainnya. Ekologi juga berasal dari bahasa yunani yaitu oikos (habitat)
dan logos (ilmu). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik
interaksi antara makhluk hidup maupun interaksi makhluk hidup dan
lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali di kemukakan oleh Ernst
Haeckel (1834-1914) .
Dalam
ekologi makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan
berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.
Faktor
abiotik, antara lain :
1. Suhu
2. Air
3. Kelembaban
4. Cahaya
5. Topografi
Faktor
biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari :
1. Manusia
2. Hewan
3. Tumbuhan
4. Mikroba
Ekologi
juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup,
yaitu Populasi, Komunitas dan Ekositem yang saling mempengaruhi dan merupakan
suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi
merupakan cabang ilmu yang relatif baru. Akan tetapi ekologi mempunyai pengaruh
yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk
hidup dapat mempertahankan kehidupannya. Ekologi biologi dan ilmu kehidupan
lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal
bahwa ekologi mencoba memperkirakan dan ekonomi energi yang menggambarkan
kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
A. Dampak Perkembangan
Iptek terhadap Kehidupan Manusia
Perkembangan
dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Perkembangan dunia iptek dianggap sebagai
solusi dari permasalahan yang ada. Bahkan ada yang memuja iptek sebagai
liberator yang akan membebaskan mereka dari kurungan kefanaan dunia.
Iptek
diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas.
Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terheyak disilusi dari
dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu
mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim
dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang
manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus
mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral
kemanusiaan. Oleh karena itu iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran
ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.
Dampak
positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai
bidang:
1. Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah
terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak
positipnya antara lain:
· Kita akan lebih cepat
mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun
melalui internet
· Kita dapat
berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan
melalui handphone
· Kita mendapatkan
layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita
peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk
hal-hal yang negatif, antara lain:
· Pemanfaatan jasa
komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
· Penggunaan informasi
tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan
fihak tertentu untuk tujuan tertentu
· Kerahasiaan alat tes
semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes
psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung
dari internet.
· Kecemasan teknologi,
selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan
komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam
komputer
· inilah beberapa contoh
stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar
petir.
2. Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang
sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya
antara lain:
·
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
·
Terjadinya industrialisasi
·
Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan
teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari
aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan
reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin
meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan
teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan
bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara
individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat
dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih
penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
·
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk
selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan
teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya,
pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja
yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
·
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan
produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya
antara lain; 1. terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai
kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan; 2.Sifat konsumtif sebagai
akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi
yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan
pintas yang bermental “instant”.
3. Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
· Perbedaan kepribadian
pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi
wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan
maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang
sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam
buku Megatrend for Women : From Liberation to Leadership yang ditulis oleh
Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita
dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang
politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai
jabatan penting lainnya.
· Meningkatnya rasa
percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang
menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri
dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia.
· Tekanan, kompetisi
yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan
berpengaruh negatip pada aspek budaya:
· Kemerosotan moral di
kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan
kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai
keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya
dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
· Kenakalan dan tindak
menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan
tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin
meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
· Pola interaksi antar
manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan
menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang
disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk
berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet,
dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu
tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada
banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk
berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang
yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet
relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.
4. Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting
dalam bidang pendidikan antara lain:
· Munculnya media massa,
khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak
dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
· Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
· Sistem pembelajaran
tidak harus melalui tatap muka Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran
tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa
pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam
proses pendidikan antara lain:
· Kerahasiaan alat tes
semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari permasalahan
ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan
tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet
tersebut.
· Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita
tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang
berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu
komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan
lain-lain.
5. Bidang politik
Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dalam
bidang politik :
· Timbulnya kelas
menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan
mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya
hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera
Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk
menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
· Proses regenerasi
kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan
berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan
persamaan semakin kental.
· Di bidang politik
internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme.
Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran
regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah
menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam
bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan
ekonomi baru.
Sehingga, dari uraian diatas kita bisa
menyimpulkan bahwa kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat
bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah
kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri.
Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh
system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi,
teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah
kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap
dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Perkembangan teknologi memang sangat
diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi
kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah
menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan
kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Dalam setiap
kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang
digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan
beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah
dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan
tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui
berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia sangat
tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa
nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan.
IPTEK DAN PERADABAN MANUSIA
Sains dan Teknologi adalah institusi
manusiawi; artinya Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia.
Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada. Namun ada
beda fundamental antara kedua institusi tersebut. Perbedaannya terletak pada
sumbernya.
Sains sebagai “body of knowledge” yang
kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami melalui
berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut direpresentasikan
kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma. Maka kebenaran sains
adalah bila dan hanya bila suatu fenomena alami dapat cocok (fit) pada
model-model dari suatu paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu paradigma
yang dianut tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami tertentu,
maka fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak dapat
terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma tersebutpun
mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah untuk kemudian
digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru pula (Kuhn, 1996).
Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya sebenarnya telah beroperasi
sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya gaya gravitasi dan elektromagnetik,
adanya elektron dan neutron di dalam atom, proses radioactive decay dan
lain sebagainya merupakan kebenaran alami yang telah beroperasi sejak awal
sejarah jagad raya ini, jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi. Oleh karena
itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan temuan (discovery)
manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami tetap beroperasi sebagai sumber
dari sains.
Berbeda dari sains, teknologi sepenuhnya
bersumber pada manusia itu sendiri. Teknologi diciptakan manusia sebagai
instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi
merupakan suatu fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa
masyarakat, teknologipun tiada.
Teknologi
diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya.
Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan
ratio (nalar) dan kemudian membuatnya, me-yasanya, menjadi suatu produk yang
kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan
sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia dalam merekayasa.
Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami
karena seakan terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya
dilatar belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan
gambaran yang lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan
sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula terbentuknya
masyarakat manusia.
Sains itu
sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan(knowledge) yang
didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala
fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena alam maupun sosial.
Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas
tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik.
Teknik
secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu.
Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat
sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia.
Ada
beberapa fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :
a. Fase
teknik destruktif. Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan
kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha untuk
mengembalikannya ke alam.
b. Fase
teknik konstruktif. Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan penciptaan
sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak ada di alam. Dengan
penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia telah menciptakan lingkungan
baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehinggamerupakan “ the second nature
“ atau alam kedua.
c. Fase
modern. Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai
anusia. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga
manusia mampu membangun suatu peradaban baru yaitu peradaban mesin. Cirri
peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar
dan diciptakannya bahasa symbol yang satu , seragam, dan internasional yaitu
bahasa “ matematika “.
Tingkatan
teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut :
Teknologi
Tinggi ( Hi – tech ). Suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari
hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contoh : computer, laser,
bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Cirri – cirri teknologi ini
adalah padat modal, didukung rasilitas riset dan pengembangannya, biaya
perawatan tinggi, ketrampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya
ilmiah.
Teknologi
Madya. Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat
yang lebih sederahan dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling
menguntungkan. Ciri teknologi madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu
besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin.
Penerapan teknologi maday ini bersifat setengah padat modal da padat karya,
unsur – unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam
negeri dan keterampilan pekerjanya tidak terlalu tinggi.
Teknologi
Tepat Guna. Teknologi ini dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang
digunakan sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan
di negara – negara berkembang, karena dapat membantu perekonomian pedesaan,
mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling
sederhana.
Dengan
kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang teknologi
informasi dan teknologi transportasi yang dicapai manusia pada unjung
pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat:
apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan sebagian jagat raya) -
menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia
si penerima. Tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.Berikut
ini akan dijelaskan mengenai pengaruh perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola
kemasyarakatan.
Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan alienasi
Alienasi
(keterasingan manusia) adalah suatu kondisi psikologis seorang individu yang
dinafasi oleh kesadaran semu (tentang misteri keabadian termasuk Tuhan),
keberadaan, dan dirinya sendiri sebagai individu serta komunitas.
Perkembangan
IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi
menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya
sendiri. Kaum muda tidak lagi at homedengan kebudayaan yang telah
membentuk identitas sosialnya.
Kemajuan-kemajuan
memungkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka kesempatan
tumbuhnya materialisme dan rasionalisme dengan luar biasa. Tuntutan hidup
begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi
konsumtif dan hedonistik. Manusia pribadi yang menjadi begitu sibuk untuk
mempertahankan hidup menyuburkan sosok individualistik. Kaya dan sukses dari
segi materi jadi satu-satunya tujuan hidup. Persaingan demikian ketat, sehingga
penghargaan manusia terhadap waktu mencapai titik tertinggi dibandingkan masa
sebelumnya. Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya
masa depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri.
Perkembangan
teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan
sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan
memaksanya pada model kehidupan yang menyimpang.
Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan heteronomi
Heteronomi
adalah prinsip pembiaran sesuatu selain hukum moral untuk menentukan apa yang
mesti dilakukan. Ini mengganti kebebasan dengan sesuatu di luar akal praktis,
semisal kesukaan. Tindakan ini sendiri nonmoral (bukan bermoral ataupun
immoral) namun bisa immoral jika itu membuat orang tidak melakukan
kewajibannya. Contoh heteronomi : Anak merasa bahwa yang benar adalah patuh
pada peraturan dan harus menaati kekuasaan.
Dalam
masyarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan betapa
heteronomi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan perilaku menyimpang,
bahkan bersifat ekstrem yang bisa berakibat pertentangan antar-lapisan dan
antar-golongan dalam masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang itu bisa berwujud
pelarian untuk menghindar dari pengaruh budaya baru, mungkin berupa pencemoohan
sambil memperkenalkan sumber nilai lain sebagai alternatif (misalnya mistik,
metafisik).
Kemajuan
teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan
terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai ‘model’ untuk
ditiru. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui
berkembangnya gayahidup(ljfestyle) yang dianggap superior
dibandingkan dengan gaya hidup lama. Berkembangnya gaya hidup baru itu dapat
menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomi, yaitu berlakunya
herbagai norma acuan penilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Perubahan
gayahidup yang ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya
gejala keterasingan dan kebudayaan sendiri (cultural alienation).
Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hegemoni
Hegemoni
adalah dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya dengan atau tanpa
ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan
terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar
atau common sense. Jika dilihat sebagai strategi, maka konsep
hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik penguasa. Sebagai contoh, adalah
kekuasaan dollar Amerika terhadap ekonomi global. Kebanyakan transaksi
internasional dilakukan dengan dollar Amerika.
Hegemoni
juga terjadi di dunia satra Indonesia dimana media massa seperti koran sangat
membatasi dan hanya memuat karya-karya ataupun tulisan dari pengirim yang
dianggap ‘layak’ dimuat dan sesuai dengan panduan kesusastraan Indonesia. Salah
satu manfaat teknologi adalah kelahiran sastrawan cyber Indonesia tentu saja
tak dapat dilepaskan dari kemunculan internet dalam dunia komunikasi. Revolusi
komunikasi yang dilakukan teknologi Internet telah menciptakan ruang-ruang
alternatif baru di luar dunia media massa cetak yang ada. Revolusi ini sendiri
sangat demokratis sifatnya, siapa saja dapat menggunakannya. Ruang-ruang
alternatif baru yang tercipta karena Internet telah memungkinkan para
penggunanya tidak berhenti hanya jadi pemakai yang pasif, seperti ketika
seorang pembaca membaca koran, tapi sekaligus jadi pencipta “message’ pada
ruang-ruang tersebut.
Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hedonisme
Hedonisme
adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi
adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang,
pesta pora dan rekreasi merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan
bagi orang lain atau tidak. Mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali
sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam
lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi
memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam
pandangan epikuris yang menyatakan “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah
nafsumu karena besok engkau akan mati “
Globalisasi
yang didorong oleh kemajuan di bidang iptek, telah memberi pengaruh amat besar
pada setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia di penjuru jagat raya. Sebuah
lompatan perubahan zaman yang tak bisa dihentikan. Ia menerjang laksana
gelombang pasang dan menarik siapa saja ke dalam pusarannya.
Persoalannya,
akankah ini membawa umat manusia kepada sebuah peradaban baru, atau malah
sebaliknya mendorong pada titik nadir peradaban. Perlahan namun pasti,
perubahan radikal tatanan budaya lokal, maupun tata nilai sosial yang dianut
tengah terjadi.
Dan salah
satu sisi gelap gelombang perubahan zaman adalah sikap dan perilaku manusia
yang semakin mendewakan materi dan terperangkap dalam pusaran kehidupan bendawi.
Inilah yang disebut budaya hedonisme di mana kesenangan dan kenikmatan materi
menjadi tujuan utama.
Dalam
masalah pemanfaatan iptek, Barat sangat pragmatis-materialistis, artinya hanya
mencari keuntungan materi dan kesenangan duniawi semata. Bacon berpendapat
bahwa iptek harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi, iptek
hanya berarti bila nampak dalam kekuasaan manusia: iptek manusia adalah
kekuasaan manusia. Pendekatan pragmatis materialis ini telah menyebabkan iptek
dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi
(hedonis-materialistis) dan mengorbankan alam semesta. Menjamurnya
produk-produk mainan (game) yang melampaui kebutuhan merupakan bukti pemenuhan
hedonisme tersebut.
PERKEMBANGAN
IPTEK DALAM PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN
Perkembangan
IPTEK telah membawa kemajuan dan kemudahan serta perubahan pada kehidupan
manusia. Berbagai manfaatnya dapat terasa pada era sekarang ini dimana semua
perlahan beralih dari sesutau yang sederhana menjadi sesuatu yang lebih modern.
Pengembangan
IPTEK dalam pertimbangan nilai etis dan religious
Mengembangkan
nilai-nilai dan budaya iptek pada dasarnya adalah melakukan transformasi dari
masyarakat berbudaya tradisional menjadi masyarakat yang berpikir analitis
kritis dan berketerampilan iptek dengan tetap menjunjung/memelihara nilai-nilai
agama, keimanan, dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta nilai-nilai
luhur budaya bangsa
Manusia
sebagai makhluk yang berakal budi tidak henti-hentinya mengembangkan
pengetahuannya. Akibatnya teknologi berkembang sangat cepat dan tidak
terbendung seperti tampak dalam teknologi persenjataan, computer informasi,
kedokteran, biologi dan pangan. Kemajuan teknologi tersebut bila tidak disertai
dengan nilai etika akan menghancurkan hidup manusia sendiri seperti terbukti
dengan perang Irak, pemanasan global, daya tahan manusia yang semakin rendah,
pemiskinan sebagian penduduk dunia, makin cepat habisnya sumber alam, rusaknya
ekologi, dan ketidakadilan. Pertanyaan yang secara etis dan kritis harus
diajukan adalah, apakah teknologi yang kita kembangkan sungguh demi kebahagiaan
manusia secara menyeluruh? “Nilai kemanusiaan” sebagai salah satu nilai etika
perlu ditaati dalam mengembangkan teknologi
Memasuki
abad ke 21, berarti menapaki abad global. Akibat perkembangan tehnologi
informasi dan transportasi, dunia Inteernasional pada abad ini mengalami sebuah
perubahan besar, yang dikenal dengan era global. Dalam era demikian, situasi
dunia menjadi amat transparan, jendela internasional, terdapat hampir disetiap
rumah. Apa yang terjadi dsalah satu sudut bumi dalam waktu singkat dapat
ditangkap dari beerbagai belahan dunia, pintu gerbang antar Negara semakin
teerbuka, sekat sekat budaya semakin hilang dan ujung ujungnya akan terbentuk
apa yang disebut Jhon Neisbitt sebagai Gaya Hidup Global.
Abad ini
ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi yang sangat pesat. Kemajuan itu
terutama dipacu oleh kemajuan teknologi computer dan informasi sehingga zaman
ini sering disebut era revolusi baru yaitu revolusi informasi.Produk dari
kemajuan sains dan teknologi kian canggih dan bermutu. Hampir dalam semua
bidang kehidupan kita dapat menikmati produk teknologi modern mulai dari
peralatan rumah tangga sampai dengan peralatan industri yang besar. Dengan
semua kemajuan itu hidup manusia dipermudah, diperlancar, dan lebih sejahtera.
Tetapi di sisi yang lain, kita melihat bahwa berbagai kemajuan tersebut juga
membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia seperti lingkungan hidup yang
tidak nyaman, ketidakadilan dan bahkan penghancuran kelompok manusia.
Secara
umum, etika menuntut kejujuran dan dalam iptek ini berarti kejujuran ilmiah (scientific
honesty). Mengubah, menambah, dan mengurangi data demi kepentingan tertentu
termasuk dalam ketidakjujuran ilmiah. Mengubah dan menambah data dengan rekaan
sendiri dapat dimaksudkan agar kurvanya memperlihatkan kecenderungan yang
diinginkan. Mungkin penelitinya sendiri yang menginginkan agar hasil
penelitiannya sesuai dengan teori yang sudah mapan. Mungkin penaja (sponsor)
peneliti itu yang ingin menonjolkan citra produk industrinya. Mereka-reka data
semacam itu merupakanthe sin of commission. Sebaliknya membuang
sebagian data yang “memperburuk” hasil penelitian adalah the sin
commission. Penghapusan data yagn “jelek” itu mungkin dimaksudkan oleh penelitinya
agar analisis datanya memperlihatkan keterandalan (realibility) yang
lebih baik. Lebih jahat lagi kalau dosa komisi itu dilakukan untuk
menyembunyikan efek samping yang negatif dari produk yang diteliti.
Ketidakjujuran ilmiah semacam ini pernah dilakukan peneliti yang ditaja pabrik
penyedap rasa (monosodium glutamate) di Thailand.
Kalau data
yang dibuang itu dinilai sebagai penyimpangan dari kelompok yang sedang
diteliti, dan karenanya harus ikut diolah, kejujuran ilmiah menuntut penjelasan
tentang penghapusannya. Perlu juga disebutkan patokan yang dipakai untuk
menentukan ambang nilai data yang harus ikut dianalisis, misalnya patokan
Chauvenet.
Sekarang
umat manusia menghadapi masalah-masalah yang sangat serius, yang menyangkut
teknologi dan dampaknya pada lingkungan.Kenyataan ini memunculkan
pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang etika:
a.
Norma-norma etika (dan agama) yang seperti apakah yang harus kita
patuhi dalam penelitian di bidang bioteknologi, fisika nuklir dan zarah
keunsuran, serta astronomi dan astrofisika?
b.
Dalam penelitian kedokteran dan genetika,
apakah arti kehidupan?
c.
Dalam penelitian dampak teknologi terhadap
lingkungan, bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan alam, baik yang
nirnyawa(the inanimate world) maupun yang bernyawa.
d.
Apakah masyarakat yang baik itu, dan dapatkah
dikembangkan pengertian yang universal tentang kebaikan bersama yang melampaui
individualisme, nasionalisme, dan bahkan antroposentrisme?
Dalam
bioteknologi (termasuk rekayasa genetika) dan kedokteran, pertanyaan tentang
arti, mulai dan berakhirnya kehidupan sangat penad (relevant). Apakah
orang yang berada dalam keadaan koma dan fungsi faal serta metabolismenya harus
dipertahankan dengan alat-alat kedokteran elektronik dalam jangka panjang yang
tidak tertentu masih mempunyai kehidupan yang berarti ? Tak bolehkah ia minta
(misalnya sebelum terlelap dalam keadaan seperti itu), atau diberi,euthanasia berdasarkan informed
consent dari keluarganya yang paling dekat? Ini mengacu ke arti dan
berakhirnya kehidupan. Mulainya kehidupan, penting untuk diketahui atau
ditetapkan (dengan pertimbangan ilmu dan agama) untuk menentukan etis dan
tidaknyamenstrual regulation (“MR”) dan aborsi, terutama dalam hal
indikasi medis dari risiko bagi ovum yang telah dibuahi dan terlebih-lebih lagi
bagi ibunya, kurang meyakinkan.
Bioteknologi/rekayasa
genetika mungkin hanya boleh dianggap etis jika tingkat kegagalannya yang
mematikan embrio relative rendah dan – bila menyangkut manusia – hanya mengarah
ke eugenika negatif. Tanaman dan organisme harus disikapi
dengan hati-hati, baik dari segi perkembangan jangka panjangnya yang secara
antropo sentries mungkin membahayakan kehidupan kita, maupun dari segi
pengaturannya dalam tata hukum dan ekonomi internasional yang biasanya lebih
menguntungkan negara-negara maju. Etiskah untuk mematenkan organisme dan
tanaman yang telah diubah secara genetic (genetically modified)? Adilkah
itu dan apakah itu tidak mengancam kelestarian plasma nutfah? Keadilan yang
dimaksudkan di sini adalah keadilan agihan (distributive justice).
Pengagihannya bukan hanya secara spatial, tetapi juga secara
temporal. Dimensi spatiotemporaldari keadilan distributive ini
tersirat dalam pengertian tentang “pembangunan yang terlanjutkan” (sustainable
development) menurut Gro Harlem Brundtland.
Keseimbangan
IPTEK dalam pembangunan dan lingkungan
IPTEK
dalam kehidupan manusia memanglah telah mebawa perubahan yang sangat besar.
Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan lebih mudah dan modern. Namun
walau pengaplikasiannya mendatangkan kemajuan bagi kehidupan masyarakat tetap
saja harus memperhatikan segala entitas yang ada dalm lingkungan diluarnya.
Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan aturan yang ada dan memperhatikan
segala dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi manusia sebagai pengaplikasinya
ataupun dengan lingkungan sebagai area pengaplikasianya. Semua harus berjalan
dengan seimbang. Kemajuan IPTEK harus tetap diimbangi dengan pemeliharaan
keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kemajuan yang dihasilkan
mengakibatkan keburukan bagi lingkungan. Sesungguhnya pengembangan IPTEK yang
menghasilkan kemajuan jika dibarengi dengan pemanfaatannya bagi peningkatan
kelestarian dan pemeliharaan lingkungan akan lebih membawa kemaslahatan bagi
kemajuan kehidupan bangsa sehingga pembangunan yang terencana pun dapat
terealisasi dengan lebih baik dan sempurna.
Pengembangan IPTEK dalam pembangunan Indonesia
sehingga menumbuhkan kreativitas, invention, discovery dan rekayasa
Bila dikaji dari aspek substansi pengembangan
kemampuan Iptekpun telah menunjukkan berbagai perkembangan yang berarti dalam
upaya peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat, antara lain:
1.
Kegiatan pengembangan iptek di bidang kebutuhan dasar
manusia yang meliputi bidang kesehatan, pertanian,
pangan dan gizi, permukiman dan perumahan, serta pendidikan telah memberikan
sumbangan besar bagi tercapainya swasembada beras, perbaikan gizi masyarakat,
peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta peningkatan kecerdasan
kehidupan masyarakat.
2.
Kegiatan pengembangan iptek dalam sumber daya alam dan energi
menghasilkan data dan informasi yang bermanfaat untuk pelestarian fungsi dan
kemampuan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Melalui kegiatan survei dan
pemetaan telah dihasilkan 2.546 peta dasar rupa bumi, 973 peta dasar radar, dan
380 peta toto dalam berbagai skala. Dalam upaya mengendalikan pencemaran
lingkungan, telah dikembangkan lasilitas pengolahan limbah, penguasaan
teknologi bersih lingkungan, dan pengembangan proses daur ulang. Dalam upaya
melestarikan keanekaragaman hayati, telah ditangkarkan beberapa fauna langka,
inventarisasi hutan dengan menggunakan citra satelit ataupun foto udara, dan
peningkatan koleksi tanaman di kebun raya.
3.
Kegiatan pengembangan iptek di bidang industri, khususnya industri
pesawat terbang, melalui alih teknologi telah mencapai tahap integrasi teknologi dan sedang menuju ke
tahap berikutnya dari transformasi teknologi, yaitu pengembangan teknologi baru
untuk menghasilkan produk baru. Hal itu ditunjukkan dengan kemampuan
mengembangkan dan memproduksi pesawat CN 235, dan sedang dirancangnya pesawat
terbang N 250 yang merupakan upaya mencapai tahap transformasi teknologi
ketiga.
4.
Industri telekomunikasi dan elektronika telah mampu memproduksi
komponen transistor frekuensi tinggi untuk penguat daya transistor dan komponen
semikonduktor untuk keperluan avionik, pemancar radio dan televisi untuk daerah
terpencil, serta dikembangkannya komunikasi telepon yang menggunakan frequency
division multiplexing (FDM). Sebagian dari produk tersebut di atas telah pula
diekspor. Selain itu, telah berhasil diproduksi perangkat stasiun bumi kecil,
stasiun pemancar televisi serta penerapan metode elemen hingga (MEH) dalam
bentuk perangkat lunak. Adapun di bidang penerapan sistem kontrol otomatik
telah dihasilkan beberapa prototipe robot untuk keperluan industri.
5. Dalam industri energi telah
berhasil dibuat desain turbin uap batu bara untuk pembangkit listrik dengan
kekuatan 50 kilowatt, model pemanfaatan energi matahari untuk pembangkit tenaga
listrik, penggerak pompa irigasi, dan pengolah air laut menjadi air tawar. Di
samping itu, juga berhasil dikembangkan pemanfaatan batu bara sebagai kokas dan
sebagai karbon aktif. Selain itu, telah berhasil diterapkan hasil studi
mengenai Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa ladang minyak.
Tingkatan
teknologi berdasarkan penerapannya
1. Teknologi Tinggi ( Hi –
tech )
Jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari
hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contohnya: Komputer, laser,
bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Ciri – ciri teknologi ini
adalah:
ü Padat modal
ü Didukung fasilitas riset
dan pengembangannya
ü Biaya perawatan tinggi,
ü Keterampilan operatornya
tinggi
ü Masyarakat penggunanya
ilmiah.
2. Teknologi Madya
Jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan
didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan
kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi ini adalah:
ü Tidak memerlukan modal
yang terlalu besar
ü Tidak memerlukan
pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin.
Penerapan
teknologi madya ini bersifat setengah padat modal dan padat karya. Unsur –
unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan
keterampilan pekerjanya tidak terlalu tinggi.
3. Teknologi Tepat Guna
Ciri
teknologi ini adalah:
ü Dengan skala modal kecil
ü Peralatan yang digunakan
sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya.
Biasanya
dilakukan di negara – negara berkembang, karena dapat membantu perekonomian
pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat
paling sederhana.
Dengan
kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang teknologi
informasi dan teknologi transportasi yang dicapai manusia pada unjung
pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat:
apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan sebagian jagat raya) –
menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia
si penerima. Tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Berikut
ini akan dijelaskan mengenai pengaruh perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola
kemasyarakatan.
Peran
ilmu pengetahuan dalam Kebutuhan Primer dan Sekunder
Kebutuhan
Primer
1.
Sandang
Manusia
memerlukan pakaian, awalnya pakaian hanya untuk menutupi aurat dan melindungi
diri dari serangan panas matahari dan udara dingin. Sekarang, fungsi pakaian
menjadi lebih luas yaitu kenyamanan dengan menciptakan jenis yang sesuai dengan
kebutuhan. Contohnya pakaian kerja, pakaian tidur, pakaian olahraga dan
sebagainya.
Kebutuhan
makin meningkat sehingga mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang
dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan pakaian. Sekarang tidak hanya
mengandalkan serat-serat alami untuk membuat bahan pakaian, dapat juga membuat
serat-serat sistentis dari pokok-pokok kayu (benang rayon) maupun dari bahan
galian seperti sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester, polipropilen,
polictilen).
2.
Pangan
Kebutuhan
pokok manusia untuk dapat bertahan hidup. Kebutuhan ini terus meningkat baik
kualitas maupun kantitasnya, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Usaha
untuk memenuhi kebutuhan pangan biasanya dilakukan dengan cara:
·
Ekstensifikasi yaitu dengan memperluas lahan pertanian
·
Intensifikasi yaitu dengan meningkatkan mutu melalui pemilihan
bibit unggul, cara penggarapan yang lebih baik, pemeliharaan tanaman yang lebih
teliti dan pengelolaan pasca panen yang lebih sempurna.
Dengan memanfaatkan IPTEK yang makin berkembang, manusia dapat
menciptakan bibit unggul dengan teknik radiasi, rekayasa genetik dan
sebagainya. Misalnya
·
Penggunaan hormon memacu tumbuhnya daun, bunga atau buah lebih
lebat dan lebih cepat.
·
Penggunaan mekanisme pertanian juga membantu manusia dalam
mengelola lahan dan memungut hasil panen dengan lebih cepat.
Dampak
negatif yang perlu diwaspadai, yaitu penggunaan racun pemberantas hama tanaman.
Racun pembasmi hama tanaman ini ternyata dapat pula membunuh hewan temak,
meracuni hasil panen dan akhirnya meracuni manusia itu sendiri.
3.
Papan
Dahulu
rumah sangat tergantung pada bahan-bahan yang ada di sekitarnya seperti:
ü Daerah pegunungan atap
terbuat dari ijuk
ü Daerah pantai atap
terbuat dari daun rumbia\
ü Daerah yang kaya dengan
kayu contoh:
Kalimantan
orang membuat atap dengan sirap,
Toraja
memakai bambu,
Nusa
Tenggara menggunakan ilalang.
Meningkatnya
kebutuhan tempat tinggal terutama di kota besar sedangkan lahan untuk
pembangunan rumah semakin sempit, maka manusia berusaha membuat rumah
bertingkat dan menggunakan bahan bangunan yang makin ditingkatkan kualitasnya.
Fungsi rumah tidak lagi hanya untuk bertahan diri dari cuaca yang tidak
menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, tetapi sudah
merupakan tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan.
Kebutuhan
Sekunder
Timbul
setelah kebutuhan primer terpenuhi, terutama kebutuhan karena manusia makin
memerlukan hubungan dengan manusia lain. Contohnya:
ü Indrustri untuk memenuhi
kebutuhan manusia secara massal.
ü Transportasi yang
diperlukan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan dari satu daerah ke daerah
lain atau diperlukan untuk hubungan manusia dari satu daerah ke daerah lain.
ü Kesehatan yang makin
terjamin.
1.
Bidang industri
Teknologi
merupakan cara yang harus dilakukan manusia dalam usaha untuk memenuhi
kebutuhannya yang makin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh sebab
itu diperlukan alih tegnologi (transfer of technology) dari
negara-negara maju ke negara-negara berkembang. Pengambil alihan ini memerlukan
perhitungan yang matang agar teknologi baru dapat diterima dan digunakan oleh
masyarakat (teknologi yang adaktif) serta sifatnya melindungi teknologi yang
telah ada (teknologi protektif).
Secara
positif indrustri memberikan kegunaan yang besar bagi manusia, tetapi dampak
negatifnya berupa limbah indrustri. Dapat menimbulkan gangguan bagi penduduk
yang bertempat tinggal disekitar kawasan industri.
2.
Bidang transportasi
Penemuan
roda memegang peranan penting transportasi, karena dengan roda yang bentuknya
bundar dapat diperlukan gerakan yang mudah, kemudian dapat dipermudah lagi dengan
digunakan binatang penarik, sehingga beban manusia semakin ringan. Setelah
ditemukannya mesin yang dapat menggerakan roda, maka transportasi bukan hanya
lebih ringan, tetapi juga lebih cepat.Kemajuan di bidang transportasi ini
muncul dampak-dampak negatif seperti:
ü Tercemarnya udara oleh
banyaknya kendaraan.
ü Tercemarnya udara oleh
sisa pembakaran pesawat yang setiap hari terus bertambah.
3.
Bidang komunikasi
Sebagai
makhluk sosial manusia perlu berkomunikasi. Cara yang paling sederhana dengan
bertatap muka secara langsung, tetapi bila jaraknya jauh tentu diperlukan alat
komunikasi. Kemajuan di bidang ini dengan ditemukannya telegraph yang masih
mengunakan kawat oleh Samuel Morse tahun 1832, kemudian disempurnakan oleh
Guighelmo Marconi yang sudah tanpa kawat tahun 1895. Tahun 1872 Alexander
Abraham Bell menemukan pesawat telpon, awalnya mengunakan kawat, kemudian
diganti dengan gelombang radio. Untuk keperluan kantor, sekarang manusia dapat
mempergunakan telex (teleprinter exchange).
Dengan
ditemukannya satelit telekomunikasi, kebutuhan manusia makin terpenuhi untuk
mengadakan hubungan secara lebih cepat dan murah. Akibat positif dengan adanya
satelit telekomunikasi adalah terjadi deurbanisasi, karena walaupun tinggal di
daerah pedesaan tidak lagi merasakan ketinggalan bila dibandingkan dengan yang
tinggal di kota. Dapat pula dikatakan bahwa dengan majunya komunikasi dan
teknologi lainnya, desa-desa menjadi kota dalam pengertian bukan geografis,
tetapi teknik sosial, sehingga perdebatan antara desa dan kota makin lama makin
kecil.
4.
Kesehatan
Kebutuhan
ini makin dirasakan oleh manusia, sehingga usaha untuk memerangi penyakit yang
menjadi sumber malapetaka makin giat dilakukan. Dengan biologi sebagai ilmu
yang mempelajari stuktur tubuh, organ-organ dan cara bekerjanya organ untuk
menunjang kehidupan manusia. Dari biologi sebagai ilmu murni, berkembang ilmu
terapan yang secara praktis berguna bagi kesejahteraan manusia. Sementara
manusia di bumi yang jumlah di kota besar makin banyak, mulai timbul penyakit
baru yang sifatnya psikis, antara lain kekalutan mental yang dapat berkembang
menjadi frustasi. Kehidupan kota yang keras, tidak mengenal toleransi,
sedangkan manusia sendiri makin rakus dan individual, maka gangguan kesehatan
yang dikenal dengan sress makin berkembang dalam masyarakat.
BAB III
ANALISIS
ANALISIS
Ekologi adalah ilmu yang
mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya.
Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos
("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk
hidup dan lingkungannya.Adanya interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan
yang lain, berarti membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling
membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.Tempat hidup makhluk hidup termasuk
dalam ekologi karena manusia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat
tinggalnya termasuk dengan kerabat disekelilingnya.
IPTEK
adalah akronim dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dimana dari akronim tersebut
mempunyai arti masing-masing, baik Ilmu, Pengetahuan, maupun Teknologi.
Ilmu pengetahuan mempunyai teori-teori atau rumus-rumus yang tetap, dan teknologi merupakan praktek atau ilmu terapan dari teori-teori yang berasal dari ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai saling mempunyai hubungan. Jika tidak ada ilmu pengetahuan, teknologi tidak akan ada.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknology atau IPTEK Telah berkembang pesat dan melaju terus kedepan. Tujuan utama perkembangan IPTEK adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan IPTEK, telah memberikan perubahan signifikan terhadap seluruh aspek kehidupan manusia, terutama teknologi informasi seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat.
Peran masyarakat sangat besar dalam berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Disamping banyak memberikan pengaruh serta manfaat yang bersifat positif, perkembangan IPTEK juga banyak memberikan pengaruh yang bersifat negatif dalam perkembangannya. Berikut beberapa dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di berbagai bidang :
1.
Bidang
Informasi dan Komunikasi
Dalam
bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat dan
dapat kita rasakan dampak positifnya, antara lain:
a.
Kita
akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di
bumi bagian manapun melalui internet.
b.
Kita
dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya
melalui handphone.
c.
Kita
mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
Disamping
keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi
juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif, seperti:
a.
Pemanfaatan
jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
b.
Penggunaan
informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
c.
Kerahasiaan
alat tes semakin terancam, seperti tes psikologi.
d.
Kecemasan
teknologi, seperti kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan
berbagai file penting dalam computer, dan lain-lan.
2.
Bidang
Pendidikan
Peran
penting IPTEK dalam bidang pendidikan, sebagai berikut:
a.
Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan.Dampak dari hal ini adalah guru bukan satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
b.
Pemenuhan
kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat, seperti
penggandaan soal ujian dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan
akan jumlah soal yang banyak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat.
c.
Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
d.
Adanya
sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemanfaatan teknologi.
Setelah adanya perkembangan IPTEK,
semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang
cukup lama, menjadi mudah untuk dikerjakan dengan menggunakan media teknologi
seperti, komputer yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai
program.
Disamping itu juga muncul dampak
negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a. Kerahasiaan alat tes semakin
terancam.Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test
dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah,
tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi
harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
b. Penyalah gunaan pengetahuan bagi
orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.Dengan kemajuan di badang
pendidikan kita mencetak generasi yang berepengetahuan tinggi, tetapi mempunyai
moral yang rendah.
c. Siswa menjadi malas belajar karena
banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan jejaring
sosial seperti facebook, twitter dan lain-lain.
3.
Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi, teknologi berkembang sangat pesat. Dari
kemajuan teknologi tersebut dapat kita rasakan manfaat positifnya, antara lain:
a.
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
b.
Terjadinya industrialisasi.
c.
Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
d.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk
selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
e.
Kemajauan ekonomi mampu menghasilkan produk kedokteran menjadi
komoditi.
Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;
a.
Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai
kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
b.
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era
globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami
kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental
"instant".
4.
Bidang Politik
Dampak positif dari teknologi pada bidang politik adalah:
a.
Timbulnya kelas menengah baru yang akan menjadi pelopor untuk
menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b.
Proses regenerasi kepemimpinan yang akan berdampak dalam gaya
dan substansi politik yang diterapkan sehingga kebebasan dan persamaan semakin
kental.
c.
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan
tumbuh berkembangnya regionalisme sehingga melahirkan kekuatan ekonomi baru.
5.
Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan
teknologi bisa kita lihat dampak positifnya terhadap perkembangan bidang social
dan budaya, yaitu:
a. Perbedaan kepribadian
pria dan wanita.
b. Meningkatnya rasa
percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa
akan semakin kokoh sehingga bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat
melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c. Tekanan, kompetisi
yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan
generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian
kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial dan budaya,
seperti:
a.
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di
kalangan remaja dan pelajar.
b.
Kenakalan dan tindakan menyimpang di kalangan remaja semakin
meningkat, semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat,
seperti gotong royong dan tolong-menolong, yang telah melemahkan
kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan
sosial.
c.
Pola interaksi antar manusia yang berubah dengan bantuan gadget, yang
membuat orang-orang menjadi sibuk dengan dunianya sendiri.
Referensi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar