MATEMATIKA
DAN ILMU ALAMIAH DASAR
(geografi
dalam kehidupan manusia)
NAMA : ARLINDA PUTRI SUNARTA
KELAS : 1PA03
NPM : 11515033
FAKULTAS : PSIKOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar
Belakang
Penulis
membuat makalah ini agar pembaca dapat mengetahi bahwa penyebaran makhluk hidup
dimuka bumi.Makhluk hidup di bagi menjadi beberapa wilayah,yang akan dibahas
dalam makalh ini adalah pembagian wilayah berdasarkan iklim dan pembagian
wilayah berdasarkan fauna.
Dasar
bidang ini adalah ilmu geografi,penulis akan mengulas sedikit tentang
factor-faktor penyebaran makhluk hidup dimuka bumi.Faktor yang mempengaruhi
adalah factor biotik dan factor abiotik.Adapula penyebaran wilayah berdasarkan
iklim.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa
saja yang mempengaruhi penyebaran makhluk hidup?
2. Bagaimana
penyebaran wilayah berdasarkan iklim?
3. Bagaimana
penyebaran wilayah berdasarkan fauna?
1.3
Tujuan
Penulisan
1. Penulis
dan pembaca dapat mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi penyebaran makhluk
hidup.
2.
Penulis dan pembaca dapat mengetahui
bagaimana penyebaran wilayah berdasarkan iklim dan fauna yang ada dimuka bumi.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
GEOGRAFI KEHIDUPAN
PENYEBARAN MAKHLUK HIDUP
Mempelajari hubungan permukaan bumi dengan
berbagai makhluk hidup yang tinggal di permukaannya. Bidang ilmu yang
mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan
bumi.
Seperti yang kita ketahui bahwa pembentukkan
bioma sangat dipengaruhi oleh factor Biotik dan Abiotik.
Faktor Biotik dan Abiotik memiliki keterkaitan yang sangat
erat untuk mendukung kehidupan suatu ekosistem dapat berjalan dengan baik. Jika
salah satu faktor diubah atau mengalami gangguan, maka hal itu akan berdampak
pada ketersediaan sumber daya lainnya dalam suatu sistem.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Penyebarannya :
1.
Biotik
Merupakan, faktor hidup, atau terkait dengan
kehidupan. Yang termasuk biotik yaitu manusia, hewan (fauna), tanaman (flora),
jamur, protista dan bakteri.
2.
Abiotik
Merupakan, komponen-komponen yang tidak hidup
atau benda mati. Yang termasuk komponen abiotik adalah, tanah, batu dan iklim,
hujan, suhu, kelembaban, angin, serta matahari. Abiotik tidak memiliki ciri
sebagaimana faktor biotik, seperti bernapas, tumbuh, berkembang biak, makan dan
minum, berekresi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor abiotik adalah
faktor pendorong untuk biotik sehingga biotik dapat hidup dan melakukan
aktivitas.
Contoh
distribusi geografi Flora
Tropik
(23 0 LU dan 23 0 LS sepanjang
katulistiwa)
Pohon
besar, ditempeli tumbuhan lain (Epifit), banyak pohon merambat (Rotan) dan
dibawah pohon besar masih tumbuh pohon kecil dan di bawahnya lagi ada semak.
Sub
tropik (23 0 LU dan 40 0 LS)
Hutan
lebat tanpa belukar, rotan dan epifit, dan makin ke arah kutub tumbuh padang
rumput (40-60 0 LU / LS)
Daerah
dingin (60-80 0 LU / LS)
Tundra
(padang perdu dan paku yang pendek/rendah) danTaiga (hutan cemara/pinus/pakis)
Pembagian Wilayah
Berdasarkan Iklim
Geografi
kehidupan atau biografi
adalah pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan
dengan kehidupan yang terdapat di dalamnya. Atau dengan kata lain, pembagian
wilayah di bumi yang berkaitan dengan kehidupan tumbuhan dan hewan. Iklim,
tumbuhan (vegetasi), dan hewan merupakan ekosistem skala besar yang disebut
habitat atau bioma. Kondisi suatu bioma dipengaruhi oleh faktor abiotik dan
biotik. Misalnya daerah pantai, faktor abiotiknya adalah pasir, lumpur, dan
lain-lain, sedangkan faktor biotiknya adalah ikan, buaya, dan lain-lain.
Berdasarkan iklimnya, suatu
daerah/wilayah di bumi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1.
Daerah Tropis.
Daerah tropis terletak
di sepanjuang khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5
derajat Lintang Selatan (LS), beriklim panas. Ciri-ciri daerah tropis, antara
lain adalah :
·
Matahari bersinar sepanjang tahun.
·
Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya kecil).
·
Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun antara 200 - 225 cm per
tahun.
·
Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai 20 - 40 meter dan
membentuk kanopi.
·
Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar matahari, yang
menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
·
Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi tanaman besar,
sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.
Di pedalaman daerah
tropis terdapat beberapa padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh dengan
lingkungan hutan tropis. Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah
:
·
Perubahan suhunya sangat besar, padasiang hari suhu bisa
mencapai 50 derajat Celciusi, sebaliknya pada malam hari suhu dapat mencapai 0
derajat Celcius.
·
Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per tahun.
·
Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan penguapan ai (evaporasi
sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi tandus.
2.
Daerah Subtropis.
Daerah subtropis
terletak di daerah antara 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Utara (LU) dan
23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Selatan (LS). Beriklim sedang. Di daerah
subtropis mengalami 4 musim, yaitu :
·
Musim panas (summer).
·
Musim gugur (autumn).
·
Musim dingin (winter).
·
Musim semi (spring).
Ø Bioma daerah
subtropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·
Curah hujan sepanjang tahun antara 75 - 100 cm per tahun.
·
Memiliki 4 musim.
·
Hutannya merupakan luruh. Gugurnya daun pohonan hutan merupakan
persiapan akan datangnya musim dingin, dan bersemi kembali setelah musim dingin
selesai.
·
Adanya salju saat musim dingin.
·
Jumlah spesies tumbuhan lebih sedikit dibandingkan daerah tropis,
pepohonan tinggi, jarak antar pohon satu dengan yang lain tidak rapat, sehingga
tidak ada tanaman perdu di bawahnya.
Di daerah tengah benua
terdapat padang rumput, karena curah hujannya sedikit, maka sulit bagi pohon
untuk hidup dengan baik.
3.
Daerah Kutub.
Daerah kutub terletak
antara 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Utara (LU) dan 66,5 derajat - 90
derajat Lintang Selatan (LS). Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12
jam sehari, sehingga malam menjadi lebih singkat, sebaliknya pada musim dingin
matahari bersinar kurang dari 12 jam, sehingga malam menjadi lebih lama. Bioma
yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdiri
dari satu jenis spesies (hutan homogen). Ciri-ciri ekosistem daerah
kutub adalah :
·
Perbedaan suhu dalam musim panas dan musim dingin sangat mencolok.
·
Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas antara 3 - 6 bulan.
·
Pohon khasnya konifer, sedangkan hewan yang hidup di kawasan tiaga
adalah moose, beruang hitam, ajak, dan lain-lain.
·
Burung-burung beremigrasi di musim gugur - dingin.
Lebih ke utara di
belahan bumi utara terdapat tundra, lokasinya di sekitar kutub sehingga
iklimnya disebut juga iklim kutub. Ciri-cirinya adalah :
·
Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan musim dingin sangat
besar.
·
Dalam musim panas, tumbuh-tumbuhan membuat persediaan makanan
untuk satu tahun. Tumbuhan musim berbunga serempak, sehingga padang rumput
dipenuhi oleh berbagai jenis hewan.
·
Hewan khasnya adalah rendeer, musk oxen, dan beruang putih. Guna
melindungi dirinya, hewan daerah kutub akan merubah bulunya menjadi gelap pada
waktu musim panas, dan berwarna putih pada saat musim dingin.
Pembagian Wilayah Berdasarkan
Fauna
Berdasarkan perbedaan iklim di dunia, dunia di bagi
atas 6 daerah hewan atau fauna regions, yaitu :
1.
Daerah Oriental
Daerah oriental mencakup
daerah Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat, dan sebagian
sebelah utara pegunungan Himalaya. Jenis hewan yang ada di daerah oriental di
antaranya adalah gajah, harimau, kerbau, tapir, dan kera.
2.
Daerah Australia
Daerah Australia
mencakup daerah Indonesia bagian timur, Australia serta pulau-pulau
sekelilingnya. Jenis hewan yang ada di daerah Australia di antaranya adalah
kangguru, kucing, koala, tupai terbang, wombat, dan bandicot.
3.
Daerah Palaearctic
Daerah palaearctic
mencakup daerah Asia Utara dan Eropa. Jenis Hewan yang ada di daerah
palaearctic di antaranya adalah reideer, beruang, bison, kambing bertanduk
besar, keledai liar, kucing kutub, dan hedgehog.
4.
Daerah Ethiopian
Daerah
ethiopian mencakup benua Afrika. Hewan yang ada di daerah Ethiopian di
antaranya adalah singa, gajah, jerapah, kuda nil, dan gorila.
5.
Daerah Neotropical.
Daerah neotropical
mencakup Amerika Selatan. Hewan yang ada di daerah neotropical di
antaranya adalah monyet, binatang pemakan semut, capybara, sloth, dan
kinkojou.
6.
Daerah Neartic
Daerah neartic mencakup
Amerika Utara. Hewan yang ada di daerah neartic di antaranya adalah bison,
kijang, caribau (sejenis kijang), kucing gunung, dan muskhok.
Adanya kesamaan hewan
dari satu wilayah dengan wilayah lain, menunjukkan bahwa pada mulanya dunia
merupakan satu wilayah atau Pangaea. Karena adanya pergeseran bumi, benua
menjadi terpisah-pisah.
Faktor Penyebab Ketidakmerataan Hidup Flora dan Fauna
Selain dari pembagian
daerah berdasarkan iklim, yaitu daerah tropis, daerah subtropis, dan daerah
kutub, yang menyebabkan
ketidak-merataan hidup tumbuhan dan hewan, Junghun membagi
daerah iklim berdasarkan ketinggian daerah di atas permukaan air laut, yaitu :
1.
Daerah panas, dengan suhu rata-rata di atas 22 derajat Celcius, mencakup
daerah dengan ketinggian dari 0 meter sampai 700 meter di atas permukaan laut.
Vegetasi yang dapat tumbuh baik di antaranya adalah kelapa, tebu, padi, dan
jagung.
2.
Daerah sedang, dengan suhu antara 15 derajat - 22 derajat Celcius, mencakup
daerah dengan ketinggian antara 700 meter - 1.500 meter di atas permukaan air
laut. Vegetasi yang tumbuh dengan baik di antaranya adalah teh, karet, kopi,
dan sayur syuran.
3.
Daerah sejuk, dengan suhu antara 11 derajat - 15 derajat Celcius, mencakup
daerah dengan ketinggian antara 1.500 meter - 2.500 meter di atas permukaan
laut. Vegetasi yang tumbuh dengan baik di antaranya adalah pinus, tanaman budi
daya (hortikultura), dan kina.
4.
Daerah dingin, dengan suhu di bawah 11 derajat Celcius, mencakup daerah dengan
ketinggian di atas 2.500 meter di atas permukaan air laut. Vegetasi yang tumbuh
baik adalah lumut di daerah yang paling atas, sedangkan di daerah yang bawah,
vegetasi yang tumbuhhampir sama dengan daerah iklim sejuk.
Dari hal-hal tersebut di
atas dapat dilihat, bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmerataan hidup
tumbuhan dan hewan di bumi adalah :
·
Faktor daerah, menurut iklim terdapat hubungan yang erat antara
iklim dengan kehidupan lingkungan hidup tumbuhan dan hewan.
·
Faktor lingkungan, kehidupan dipengaruhi oleh unsur
abiotik dan biotik.
·
Faktor sejarah geografi, bumi mengalami perubahan-perubahan karena
kekuatan dari dalam (endogen) maupun kekuatan dari luar (eksogen). Berdasarkan
kondisi geografis, terutama di Indonesia, Alfred Russel Wallace (1854
- 1862) membuat garis batas untuk membedakan tumbuhan dan hewan antara daerah
yang satu dengan daerah yang lain. Garis batas tersebut dikenal dengan nama
garis Wallace. Garis Wallace membentang dari Selat Lombok,
Selat Makasar, dan Laut Sulu yang memisahkan tumbuhan dann hewan di
Indonesia bagian barat sebagai daerah orientalis dengan daerah sebelah timur
yang disebut Indo Australia. Sedangkan Max Wilhelm Carl Weber,
menggunakan palung Kei sebagai batas pembedaan tumbuhan dan hewan, yang dikenal
sebagai garis Weber. Webber mengatakan bahwa hewan yang berasal
dari Asia sama dengan hewan yang ada di Indonesia bagian barat, sedangkan
yang dari Australia sama dengan Indonesia bagian timur.
·
Faktor proses penyebaran tumbuhan dan hewan terjadi dengan cara
aktif dan pasif. Penyebaran yang aktif, terutama dilakukan oleh hewan, karena
hewan dapat berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Sedangkan cara pasif,
terutama dilakukan oleh tumbuhan, yang penyebarannya banyak dipengaruhi oleh
kekuatan eksogen, seperti angin, arus air, dan lain-lain.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Kesimpulan Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Fauna
Untuk tugas kali ini, mengenai kehidupan di bumi, saya akan
membahas tentang geografi kehidupan: pembagian wilayah untuk penyebaran
binatang. Seperti yang kita ketahui, berbagai macam binatang banyak tersebar di
mana saja, baik di Indonesia maupun di belahan dunia. Akan tetapi, ternyata
penyebarannya itu terbagi menjadi beberapa wilayah lagi. Penyebaran wilayah ini
terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Setelah ini, akan dibahas lebih
lanjut mengenai pembagian wilayah untuk penyebaran binatang.
Pada umumnya, hewan tersebar secara terbatas pada daerah tertentu
karena adanya berbagai penghalang atau karena sejarah tempat asalnya pada zaman
dahulu. Biasanya, yang menjadi penghalang dan pemisah persebaran hewan adalah
faktor-faktor fisik yang berhubungan dengan keadaan bumi seperti laut, sungai,
gunung, padang pasir dan iklim. Wilayah persebaran hewan sendiri ditentukan
oleh kondisi zaman dahulu dan hubungannya dengan masa sekarang antara benua
yang satu dengan benua lainnya. Wilayah persebaran hewan pertama kali
diperkenalkan oleh Sclater (1858), selanjutnya dikembangkan
oleh Huxley (1868) dan oleh Wallace (1876).
Menurut Wallace, persebaran di dunia dapat dikelompokkan menjadi
enam wilayah, yaitu Neartik, Neotropik, Australis, Oriental, Paleartik dan
Etiopian.
Pembagian wilayah berdasarkan iklim yaitu:daerah tropis,daerah subtropics
dan daerah kutub.Adapula factor penyebab ketidakmerataan hidup flora dan fauna
yaiu:daerah panas,daerah sedang,daerah sejuk dan daerah dingin.
REFERENSI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar