Sabtu, 02 April 2016

matematika dan IAD tentang penyebaran mahkluk hidup

MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
(geografi dalam kehidupan manusia)
          


NAMA                 : ARLINDA PUTRI SUNARTA
KELAS                : 1PA03
NPM                    : 11515033

FAKULTAS         : PSIKOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Penulis membuat makalah ini agar pembaca dapat mengetahi bahwa penyebaran makhluk hidup dimuka bumi.Makhluk hidup di bagi menjadi beberapa wilayah,yang akan dibahas dalam makalh ini adalah pembagian wilayah berdasarkan iklim dan pembagian wilayah berdasarkan fauna.
Dasar bidang ini adalah ilmu geografi,penulis akan mengulas sedikit tentang factor-faktor penyebaran makhluk hidup dimuka bumi.Faktor yang mempengaruhi adalah factor biotik dan factor abiotik.Adapula penyebaran wilayah berdasarkan iklim.
1.2   Rumusan Masalah
1.      Apa saja yang mempengaruhi penyebaran makhluk hidup?
2.      Bagaimana penyebaran wilayah berdasarkan iklim?
3.      Bagaimana penyebaran wilayah berdasarkan fauna?
1.3   Tujuan Penulisan
1.      Penulis dan pembaca dapat mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi penyebaran makhluk hidup.
2.      Penulis dan pembaca dapat mengetahui bagaimana penyebaran wilayah berdasarkan iklim dan fauna yang ada dimuka bumi.
BAB II
PEMBAHASAN
GEOGRAFI KEHIDUPAN PENYEBARAN MAKHLUK HIDUP
Mempelajari hubungan permukaan bumi dengan berbagai makhluk hidup yang tinggal di permukaannya. Bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi.
Seperti yang kita ketahui bahwa pembentukkan bioma sangat dipengaruhi oleh factor Biotik dan Abiotik. Faktor Biotik dan Abiotik memiliki keterkaitan yang sangat erat untuk mendukung kehidupan suatu ekosistem dapat berjalan dengan baik. Jika salah satu faktor diubah atau mengalami gangguan, maka hal itu akan berdampak pada ketersediaan sumber daya lainnya dalam suatu sistem.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyebarannya :
1.                  Biotik
Merupakan, faktor hidup, atau terkait dengan kehidupan. Yang termasuk biotik yaitu manusia, hewan (fauna), tanaman (flora), jamur, protista dan bakteri.
2.                  Abiotik
Merupakan, komponen-komponen yang tidak hidup atau benda mati. Yang termasuk komponen abiotik adalah, tanah, batu dan iklim, hujan, suhu, kelembaban, angin, serta matahari. Abiotik tidak memiliki ciri sebagaimana faktor biotik, seperti bernapas, tumbuh, berkembang biak, makan dan minum, berekresi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor abiotik adalah faktor pendorong untuk biotik sehingga biotik dapat hidup dan melakukan aktivitas.
Contoh distribusi geografi Flora
Tropik (23 0 LU dan 23 0 LS sepanjang katulistiwa)
Pohon besar, ditempeli tumbuhan lain (Epifit), banyak pohon merambat (Rotan) dan dibawah pohon besar masih tumbuh pohon kecil dan di bawahnya lagi ada semak.
Sub tropik (23 0 LU dan 40 0 LS)
Hutan lebat tanpa belukar, rotan dan epifit, dan makin ke arah kutub tumbuh padang rumput (40-60 0 LU / LS)
Daerah dingin (60-80 0 LU / LS)
Tundra (padang perdu dan paku yang pendek/rendah) danTaiga (hutan cemara/pinus/pakis)
Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
Geografi kehidupan atau biografi adalah pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang terdapat di dalamnya. Atau dengan kata lain, pembagian wilayah di bumi yang berkaitan dengan kehidupan tumbuhan dan hewan. Iklim, tumbuhan (vegetasi), dan hewan merupakan ekosistem skala besar yang disebut habitat atau bioma. Kondisi suatu bioma dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik. Misalnya daerah pantai, faktor abiotiknya adalah pasir, lumpur, dan lain-lain, sedangkan faktor biotiknya adalah ikan, buaya, dan lain-lain. 
Berdasarkan iklimnya, suatu daerah/wilayah di bumi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu : 
1.      Daerah Tropis.
Daerah tropis terletak di sepanjuang khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat Lintang Selatan (LS), beriklim panas. Ciri-ciri daerah tropis, antara lain adalah :
·         Matahari bersinar sepanjang tahun.
·         Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya kecil).
·         Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun antara 200 - 225 cm per tahun.
·         Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai 20 - 40 meter dan membentuk kanopi.
·         Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar matahari, yang menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
·         Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi tanaman besar, sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.
Di pedalaman daerah tropis terdapat beberapa padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh dengan lingkungan hutan tropis. Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah :
·         Perubahan suhunya sangat besar,  padasiang hari suhu bisa mencapai 50 derajat Celciusi, sebaliknya pada malam hari suhu dapat mencapai 0 derajat Celcius.
·         Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per tahun.
·         Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan penguapan ai (evaporasi sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi tandus.
2.      Daerah Subtropis.
Daerah subtropis terletak di daerah antara 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Selatan (LS). Beriklim sedang. Di daerah subtropis mengalami 4 musim, yaitu :
·         Musim panas (summer).
·         Musim gugur (autumn).
·         Musim dingin (winter).
·         Musim semi (spring).
Ø  Bioma daerah subtropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Curah hujan sepanjang tahun antara 75 - 100 cm per tahun.
·         Memiliki 4 musim.
·         Hutannya merupakan luruh. Gugurnya daun pohonan hutan merupakan persiapan akan datangnya musim dingin, dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai.
·         Adanya salju saat musim dingin.
·         Jumlah spesies tumbuhan lebih sedikit dibandingkan daerah tropis, pepohonan tinggi, jarak antar pohon satu dengan yang lain tidak rapat, sehingga tidak ada tanaman perdu di bawahnya.
Di daerah tengah benua terdapat padang rumput, karena curah hujannya sedikit, maka sulit bagi pohon untuk hidup dengan baik.  
3.      Daerah Kutub.
Daerah kutub terletak antara 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Utara (LU) dan 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Selatan (LS). Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari, sehingga malam menjadi lebih singkat, sebaliknya pada musim dingin matahari bersinar kurang dari 12 jam, sehingga malam menjadi lebih lama. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdiri dari satu jenis spesies (hutan homogen).  Ciri-ciri ekosistem daerah kutub adalah :
·         Perbedaan suhu dalam musim panas dan musim dingin sangat mencolok.
·         Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas antara 3 - 6 bulan.
·         Pohon khasnya konifer, sedangkan hewan yang hidup di kawasan tiaga adalah moose, beruang hitam, ajak, dan lain-lain.
·         Burung-burung beremigrasi di musim gugur - dingin.
Lebih ke utara di belahan bumi utara terdapat tundra, lokasinya di sekitar kutub sehingga iklimnya disebut juga iklim kutub. Ciri-cirinya adalah :
·         Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan musim dingin sangat besar.
·         Dalam musim panas, tumbuh-tumbuhan membuat persediaan makanan untuk satu tahun. Tumbuhan musim berbunga serempak, sehingga padang rumput dipenuhi oleh berbagai jenis hewan.
·         Hewan khasnya adalah rendeer, musk oxen, dan beruang putih. Guna melindungi dirinya, hewan daerah kutub akan merubah bulunya menjadi gelap pada waktu musim panas, dan berwarna putih pada saat musim dingin.
Pembagian Wilayah Berdasarkan Fauna
Berdasarkan perbedaan iklim di dunia, dunia di bagi atas 6 daerah hewan atau fauna regions, yaitu : 
1.      Daerah Oriental
Daerah oriental mencakup daerah Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat, dan sebagian sebelah utara pegunungan Himalaya. Jenis hewan yang ada di daerah oriental di antaranya adalah  gajah, harimau, kerbau, tapir, dan kera. 
2.      Daerah Australia
Daerah Australia mencakup daerah Indonesia bagian timur, Australia serta pulau-pulau sekelilingnya. Jenis hewan yang ada di daerah Australia di antaranya adalah kangguru, kucing, koala, tupai terbang, wombat, dan bandicot. 
3.      Daerah Palaearctic
Daerah palaearctic mencakup daerah Asia Utara dan Eropa. Jenis Hewan yang ada di daerah palaearctic di antaranya adalah reideer, beruang, bison, kambing bertanduk besar, keledai liar, kucing kutub, dan hedgehog. 
4.      Daerah Ethiopian
Daerah ethiopian mencakup benua Afrika. Hewan yang ada di daerah Ethiopian di antaranya adalah singa, gajah, jerapah, kuda nil, dan gorila.
5.      Daerah Neotropical. 
Daerah neotropical mencakup Amerika Selatan. Hewan yang ada di daerah neotropical  di antaranya adalah monyet, binatang pemakan semut, capybara, sloth, dan kinkojou. 
6.      Daerah Neartic
Daerah neartic mencakup Amerika Utara. Hewan yang ada di daerah neartic di antaranya adalah bison, kijang, caribau (sejenis kijang), kucing gunung, dan muskhok.
Adanya kesamaan hewan dari satu wilayah dengan wilayah lain, menunjukkan bahwa pada mulanya dunia merupakan satu wilayah atau Pangaea. Karena adanya pergeseran bumi, benua menjadi terpisah-pisah. 

Faktor Penyebab Ketidakmerataan Hidup Flora dan Fauna
Selain dari pembagian daerah berdasarkan iklim, yaitu daerah tropis, daerah subtropis, dan daerah
kutub, yang menyebabkan ketidak-merataan hidup tumbuhan dan hewan, Junghun membagi daerah iklim berdasarkan ketinggian daerah di atas permukaan air laut, yaitu :
1.      Daerah panas, dengan suhu rata-rata di atas 22 derajat Celcius, mencakup daerah dengan ketinggian dari 0 meter sampai 700 meter di atas permukaan laut. Vegetasi yang dapat tumbuh baik di antaranya adalah kelapa, tebu, padi, dan jagung.
2.      Daerah sedang, dengan suhu antara 15 derajat - 22 derajat Celcius, mencakup daerah dengan ketinggian antara 700 meter - 1.500 meter di atas permukaan air laut. Vegetasi yang tumbuh dengan baik di antaranya adalah teh, karet, kopi, dan sayur syuran.
3.      Daerah sejuk, dengan suhu antara 11 derajat - 15 derajat Celcius, mencakup daerah dengan ketinggian antara 1.500 meter - 2.500 meter di atas permukaan laut. Vegetasi yang tumbuh dengan baik di antaranya adalah pinus, tanaman budi daya (hortikultura), dan kina.
4.      Daerah dingin, dengan suhu di bawah 11 derajat Celcius, mencakup daerah dengan ketinggian di atas 2.500 meter di atas permukaan air laut. Vegetasi yang tumbuh baik adalah lumut di daerah yang paling atas, sedangkan di daerah yang bawah, vegetasi yang tumbuhhampir sama dengan daerah iklim sejuk. 
Dari hal-hal tersebut di atas dapat dilihat, bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmerataan hidup tumbuhan dan hewan di bumi adalah :
·         Faktor daerah, menurut iklim terdapat hubungan yang erat antara iklim dengan kehidupan lingkungan hidup tumbuhan dan hewan.
·         Faktor lingkungan, kehidupan dipengaruhi oleh unsur abiotik dan biotik.
·         Faktor sejarah geografi, bumi mengalami perubahan-perubahan karena kekuatan dari dalam (endogen) maupun kekuatan dari luar (eksogen). Berdasarkan kondisi geografis, terutama di Indonesia, Alfred Russel Wallace (1854 - 1862) membuat garis batas untuk membedakan tumbuhan dan hewan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Garis batas tersebut dikenal dengan nama garis Wallace. Garis Wallace membentang dari Selat Lombok, Selat Makasar, dan Laut Sulu yang memisahkan tumbuhan dann hewan  di Indonesia bagian barat sebagai daerah orientalis dengan daerah sebelah timur yang disebut Indo Australia. Sedangkan Max Wilhelm Carl Weber, menggunakan palung Kei sebagai batas pembedaan tumbuhan dan hewan, yang dikenal sebagai garis Weber. Webber mengatakan bahwa hewan yang berasal dari Asia  sama dengan hewan yang ada di Indonesia bagian barat, sedangkan yang dari Australia sama dengan Indonesia bagian timur.
·         Faktor proses penyebaran tumbuhan dan hewan terjadi dengan cara aktif dan pasif. Penyebaran yang aktif, terutama dilakukan oleh hewan, karena hewan dapat berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Sedangkan cara pasif, terutama dilakukan oleh tumbuhan, yang penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kekuatan eksogen, seperti angin, arus air, dan lain-lain.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Fauna
Untuk tugas kali ini, mengenai kehidupan di bumi, saya akan membahas tentang geografi kehidupan: pembagian wilayah untuk penyebaran binatang. Seperti yang kita ketahui, berbagai macam binatang banyak tersebar di mana saja, baik di Indonesia maupun di belahan dunia. Akan tetapi, ternyata penyebarannya itu terbagi menjadi beberapa wilayah lagi. Penyebaran wilayah ini terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Setelah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai pembagian wilayah untuk penyebaran binatang.
Pada umumnya, hewan tersebar secara terbatas pada daerah tertentu karena adanya berbagai penghalang atau karena sejarah tempat asalnya pada zaman dahulu. Biasanya, yang menjadi penghalang dan pemisah persebaran hewan adalah faktor-faktor fisik yang berhubungan dengan keadaan bumi seperti laut, sungai, gunung, padang pasir dan iklim. Wilayah persebaran hewan sendiri ditentukan oleh kondisi zaman dahulu dan hubungannya dengan masa sekarang antara benua yang satu dengan benua lainnya. Wilayah persebaran hewan pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858), selanjutnya dikembangkan oleh Huxley (1868) dan oleh Wallace (1876). Menurut Wallace, persebaran di dunia dapat dikelompokkan menjadi enam wilayah, yaitu Neartik, Neotropik, Australis, Oriental, Paleartik dan Etiopian.
Pembagian wilayah berdasarkan iklim yaitu:daerah tropis,daerah subtropics dan daerah kutub.Adapula factor penyebab ketidakmerataan hidup flora dan fauna yaiu:daerah panas,daerah sedang,daerah sejuk dan daerah dingin.

REFERENSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar