MATEMATIKA
DAN ILMU ALAMIAH DASAR
(METODE ILMIAH)
NAMA : ARLINDA PUTRI SUNARTA
KELAS : 1PA03
NPM : 11515033
FAKULTAS : PSIKOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Penulis
membuat makalah ini agar pembaca dapat mengetahi bahwa metode ilmiah sangat
penting dan banyak digunakan dlam segala bidang pekerjaan.Metode ilmiah adalah
sebuah cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan secara langsung maupun
tidak langsung.Metode ilmiah ini sangat mudah untuk dipelajari dan
dipahami.Penulis akan menjelaskan tentang metode ilmiah.
Penulis
juga akan mengerangkan langkah operasional dalam pembuatan metode
ilmiah,keunggulan dan keterbatasan dalam perkembangan metode ilmiah pada saat
ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
cara memperoleh pengetaguan ilmiah dan tidak ilmiah?
2. Bagaimana
langkah-langkah pembuatan metode ilmiah?
3. Apa
saja keunggulan dan keterbatasan menggunakan metode ilmiah?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Penulis
dan pembaca dapat mengetahui cara memperoleh pengetahuan yang ilmiah dan tidak
ilmiah.
2. Penulis
dan pembaca dapat mengetahui bagaimana langkah-langkah dalam pemuatan metode
ilmiah.
3. Penulis
dan pembaca dapat mengetahui keunggulan dan keterbatasan menggunakan metode
ilmiah dalam penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan
proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam
usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji
dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos
uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
2.2 Cara Memperoleh Pengetahuan Yang Ilmiah dan
Tidak Ilmiah
1. Metode
Ilmiah
Metode
Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang
sistematis, teratur dan terkontrol. Metode ilmiah merupakan rangkaian struktur
kerja yang tidak dapat dipisahkan.Metode Ilmiah adalah cara
untuk menunjukkan dan memberikan bukti akan kebenaran suatu teori dan atau
pernyataan terkait dengan yang akan dikemukakan.
2. Metode
Non Ilmiah
Metode non ilmiah merupakan suatu cara yang digunakan untuk
memecahkan masalah. Namun dalam pemecahan masalah tersebut hanya berdasarkan
pada pendapat atau anggapan dari para ahli pikir atau dari para
penguasa yang dianggap benar. Padahal anggapan itu belum tentu dapat dibuktikan
kebenarannya.
B. Perbedaan metode ilmiah dan non
ilmiah.
1. Metode Ilmiah
Suatu Penelitian Ilmiah akan berhasil dengan baik apabila
dilakukan dengan struktur metode ilmiah.
Struktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah sebagai
berikut:
a. Perumusan
masalah
Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah
yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan,
kedudukan, dan alternatif cara untuk memecahkannya. Perumusan masalah juga
berarti pertanyaan mengenai suatuobjek secara tertulis, sehingga dapat
diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan objek tersbut.
b. Penyusunan
Kerangka Berpikir/ Dasar Teori
Penyusunan Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang
menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berkaitan dengan objek dan
dapat menjawab permasalahan.Dasar teori berguna sebagai dasar
menarik hipotesis.
c. Penarikan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan terhadap
permasalahan atau pertanyaan yang diajukan berdasarkan kesimpulan kerangka
berpikir/dasar teori. Dikatakan sebagai jawaban sementara karena hipotesis ini
baru mengandung kebenarannya yang bersifat logis dan teoritis. Kebenarannya
belum bersifat empiris,karena belum terbukti melalui eksperimen.
d. Eksperimen/Percobaan
Untuk menguji hipotesis dapat dilakukan dengan
melakukan observasi dan percobaan atau eksperimen. Dari eksperimen atau
percobaan tersebut akan diperoleh data. Data inilah yang akan
dianalisa untuk memudahkan penarikan kesimpulan.
Jenis-jenis
penelitian sebagai berikut:
a) Variabel Bebas adalah variabel yang
sengaja dibuat tidak sama dalam eksperimen.
b) Variabel Terikat adalah variabel
yang muncul akibat perlakuan dari variabel bebas.
c) Variabel Kontrol adalah variabel
yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap
variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
e. Analisis Data
Data diperoleh dari hasil eksperimen. data hasil eksperimen
dapat dibedakan menjadi 2 jenis sebagai berikut:
1) Data kualitatif
yaitu data yang tidak disajikan dalam bentuk angka tetapi dalam
bentuk deskripsi. Contoh data ciri morfologi.
2) Data kuantitatif yaitu data yang
disajikan dalam bentuk angka. Contoh data hasil pengukuran tinggi
batang suatu tanaman. Data kuantitatif harus diolah dalam
bentuktabel, grafik, atau diagram sehingga mudah dipahami orang
lain.
f. Penarikan
Kesimpulan
Penarikan kesimpulan harus mengacu pada hasil eksperimen.
Kesimpulan dari suatu penelitian harus diambil berdasarkan
semua data yang diperoleh. Penarikan kesimpulan bukan berdasarkan
hasil rekayasa atau keinginan peneliti.
Ada
2 kemungkinan yang ada dalam pengmbilan kesimpulan,
yaitu hipotesis diterima dan hipotesis ditolak.
2. Metode Non Ilmiah
Ada beberapa pendekatan metode non ilmiah yang banyak
digunakan, yaitu; pendapat otoritas, pengalaman, penemuan secara kebetulan dan
coba-coba (Trial and Error), metode apriori dan sebagainya.
a. Pendapat
Otoritas
Pendapat otoritas ilmiah berasal dari orang-orang yang
biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau orang yang telah
mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam suatu bidang/ilmu. Pendapat-pendapat
mereka sering diterima orang tanpa diuji; selalu dipandang benar.
Kadang-kadang
ada pendapat yang tidak benar namun karena merupakan pendapat orang yang
mempunyai wewenang, orang awan menganggap pendapat itu suatau kebenaran.
b. Pengalaman
Untuk memperoleh sesuatu
yang mereka inginkan manusia seringkali menggunakan pengalaman-pengalamannya.
Pengalaman memang kadang-kadang banyak membantu. Tetapi jika tidak digunakan
secara kritis bisa merugikan.
c. Penemuan
Coba-coba ( Trial and Error )
Penemuan secara
kebetulan banyak terjadi dan banyak diantaranya sangat berguna.Penemuan
coba-coba ( trial and error ) di peroleh tanpa kepastian untuk memperoleh suatu
kondisi tertentu untuk pemecahan suatu masalah. Usaha seperti ini umumnya
merupakan serangkaian percobaan tanpa arah dan tanpa keyakinan yang pasti untuk
suatu pemecahan masalah. Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan
serangkaian usaha coba-coba. Penemuan tersebut pada umumnya tidak efisien dan
tidak terkontrol.
d. Metode
A Priori
Metoda a priori juga disebut metoda intuisi.
Dalam pendekatan ini orang menentukan pendapat mengenai sesuatu berdasar atas
pengetahuan yang langsung ( didapat dengan cepat tanpa proses dan pemikiran
yang matang). Dalil-dalil dan kesimpulan yang diterima menurut metode tersebut
semata-mata berdasar alasan yang tidak dipertimbangkan dengan pengalaman.
2.3 Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Perumusan masalah merupakan pertanyaan
apa,mengapa,siapa,kapan,bagaimana dan sebaginya,tentang objek yang diteliti.
1.
Penyusunan Hipotesis adalah suatu pernyataan yang
menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang
ditetapkan.
2.
Pengujian Hipotesis adalah usaha pengumpulan
fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan
apakah terdapat fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
3.
Penarikan Kesimpulan didasarkan atas penilian melalui
analisis dari fakta-fakta.Untuk melihat apakan hipotesis yang diajukan itu
diterima atau tidak.Hipotesis itu dapat diterima apabila fakta yang terkumpul
mendukung hipotesis tersebut.
2.4
Keunggulan
dan Kelemahan Serta Peranan Metode Ilmiah dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Keunggulan
metode ilmiah :
a) Mencintai kebenaran obyektif, bersifat
adil dan hidup bahagia.
b) Kebenaran tidak absolut karena
kebenaran dicari secara terus menerus.Karena ilmu pengetahuan kita tidak dapat
dengan mudah percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena
terjadi proses yang teratur di alam.
c) Dengan ilmu pengetahuan kita memiliki
rasa ingin tahu yang lebih banyak.
d) Dengan ilmu pengetahuan kita tidak
mudah berprasangka tetapi dapat berpikir secara terbuka, obyektif, dan toleran.
e) Dengan metode ilmiah kita tidak mudah
percaya tanpa bukti.
f) Dengan metode ilmiah kita jadi
memiliki sikap optimis, teliti, berani membuat pernyataan yang benar menurut
ilmiah.
Kelemahan
Metode Ilmiah :
a) metode ilmiah tidak mungkin bisa
menjangkau objek yang bersifat inmateri (gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran
dan timbangan yang jelas.
b) terlalu bergantung pada objek yang ada
c) metode ilmiah akan berubah bila objek
yang di amati telah berubah. Sebagai contoh ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas
puncak merapi adalah 35 derajat c, namun apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan
berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu
d) kurang valid, karena tidak semua hasil
dari metode atau penelitian di suatu daerah akan bisa di terapkan untuk daerah
lain.
e) membutuhkan waktu yang lama, karena
penelitian dilakukan secara berulang.
f) membutuhkan biaya yang sangat mahal,
karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang
menggunakan tehnologi canggih.
g) dapat terhapus atau tidak di pakai
bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap
lebih berguna
h) cenderung kaku dan tidak terpengaruh
oleh rasio Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa setiap teori selalu
memiliki sisi positive dan negatif.
2.5 Peranan metode ilmiah :
a.metode
ilmiah berperan untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris
b.sebagai
landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah
c.berperan
dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan.
HASIL
ANALISA
·
Metode ilmiah adalah proses keilmuan
untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.
·
Cara memperoleh pengetahuan yang ilmiah
dan tidak ilmiah
a. Metode
ilmiah:Cara sistematis untuk memecahkan masalah yang dihadapi
b. Metode
non ilmiah:Cara memecahkan masalah yang hanya berdasarkan pendapat orang lain.
·
Perbedaan metode ilmiah dan non ilmiah
a. Metode
ilmiah akan berhasil dengan baik apabila dilakukan dengan struktur ilmiah.
b. Metode
non ilmiah: Pendapat otoritas pengalaman,penemuan secara kebetulan dan
coba-coba (trial and error).
·
Langkah-langkah operasional metode
ilmiah merupakan berupa pertanyaan tentang objek yang diteliti.
·
Keunggulan dan kelemahan metode ilmiah.
·
Peran metode ilmiah.
REFERENSI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar